Persyaratan Sertifikasi Halal MUI

Perusahaan dan UKM (Usaha Kecil Menengah) yang ingin mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI Kalsel harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Dalam mengajukan pendaftaran sertifikasi halal, ada beberapa tahap dan persyaratan yang harus dipenuhi. Adapun persyaratan tersebut yaitu :

  1. Mengisi formulir pendaftaran, silahkan download berdasarkan kelompok usaha yang ingin disertifikasi (Industri Pengolahan, Restoran/ Katering/ Dapur, Rumah Potong Hewan)
  2. Mengisi form daftar bahan dan Matrik Bahan vs Produk, silahkan download di sini (Khusus untuk Rumah Potong Hewan, tidak perlu daftar bahan dan matrik bahan)
  3. Mengisi Manual (SJH) Sistem Jaminan Halal, silahkan download di sini.
  4. Untuk CV atau PT, Lampirkan SIUP, Lisensi Perusahan dari Notaris, dan berkas-berkas kelengkapan perusahaan lainnya
  5. Menyerahkan salinan/ foto copy
    • Untuk Industri Pengolahan
      • KTP pemilik/ penanggung jawab perusahaan
      • Surat penunjukan Tim Manajemen Halal (contoh surat penunjukkan Tim Manajemen Halal perusahaan/ UKM bisa didownload di sini)
      • KTP Tim Manajemen Halal (karyawan yang ditunjuk oleh perusahaan/ UKM sebagai penanggung jawab kehalalan produksi)
      • MD dari Balai BPOM atau P-IRT dari Dinas Kesehatan (untuk Perusahaan/ UKM)*
      • SNI untuk pengolahan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan)*
    • Untuk Restoran / Katering/ Dapur:
      • KTP pemilik/ penanggung jawab perusahaan
      • Surat penunjukan Tim Manajemen Halal (contoh surat penunjukkan Tim Manajemen Halal bisa didownload di sini)
      • KTP Tim Manajemen Halal (karyawan yang ditunjuk oleh Restoran/ Katering/ Dapur sebagai penanggung jawab kehalalan produksi)
      • Surat Keterangan Laik Hygien dan Sanitasi dari Dinas Kesehatan
    • Untuk Rumah Potong Hewan
      • KTP pemilik/ penanggung jawab perusahaan
      • KTP Juru Sembelih hewan ternak
      • Surat Keterangan layak sebagai penyembelih hewan ternak (bagi juru sembelih) dari ulama/ Imam masjid di lingkungan ia tinggal (Contoh surat keterangan layak sebagai penyembelih hewan ternak bisa di download di sini)
      • Surat penunjukan Tim Manajemen Halal (contoh surat penunjukkan Tim Manajemen Halal bisa didownload di sini)
      • KTP Tim Manajemen Halal (karyawan yang ditunjuk oleh RPH/ RPU sebagai penanggung jawab kehalalan produksi)
      • NKV (Nomor Kontrol Veteriner) atau surat rekomendasi kelayakan tempat pemotongan dari dinas peternakan atau instansi terkait
  6. Pada saat diperiksa/ diaudit, pemohon harus menyiapkan:
    • Nota/ Faktur pembelian bahan dan barang yang digunakan dalam proses produksi (penyiapan, pengolahan, pengemasan,penyajian) 2 bulan terakhir.
    • Contoh kemasan bahan dan barang yang digunakan dalam proses produksi.
  7. Uji laboratorium (bila diperlukan, dan segala hal yang berkaitan dengan pengujian laboratorium ditanggung oleh perusahaan/ UKM).
  8. Biaya:
    • Pendaftaran (administrasi) sebesar Rp. 150.000 tanpa pajak.
    • Honorarium Auditor LPPOM MUI, Rp. 450.000 + PPh 5% per Auditor (Minimal 2 orang Auditor, khusus untuk audit ke RPH dilaksanakan oleh 3 orang auditor termasuk dari Komisi Fatwa MUI).
    • Transportasi, akomodasi dan konsumsi pada saat pemeriksaan (auditing) ditanggung pihak perusahaan.
    • Biaya sertifikat tergantung skala besar kecilnya perusahaan + PPN 10% (diserahkan setelah Sertifikat Halal sudah diterbitkan).
    • Pembayaran bisa dilakukan melalui Bank Kalsel Syari’ah Nomor rekening 901.03.11.05081.2 atas nama LPPOM-MUI Kalsel (copy bukti kwitansi atau bukti transfer bisa di kirim via email ke lppommui.kalsel@gmail.com atau WA ke 085751678719. Dan atau datang langsung ke sekretariat LPPOM MUI Kalsel.
  9. Untuk Perpanjangan Sertifikat Halal, sama seperti pendaftaran baru dengan kelengkapan berkas yang sama dengan proses pendaftaran pertama jika tidak ada perubahan bahan dan hal-hal lain dalam perusahaan/ UKM tersebut
%d blogger menyukai ini: